Tampilkan postingan dengan label Romantis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Romantis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 September 2015

Wajib Baca.. !! Hukum Menolak Lamaran dan Ortu Yang Memaksa Menjodohkan Anaknya !!

Wajib Baca.. !! Hukum Menolak Lamaran dan Ortu Yang Memaksa Menjodohkan Anaknya !!


Sahabat 4Liputan - Menerima atau menolak pinangan dari seseorang sama-sama hak seorang wanita. Bahkan pinangan Sa’ad bin Abi Waqqash ra. kepada janda mendiang Mutsanna bin Haritsah tidak langsung diterima. Kecuali setelah melalui berbagai proses panjang yang tidak mudah.

Ketika seorang wanita merasa tidak sreg dengan keadaan laki-laki yang meminangnya, tidak ada yang salah. Baik alasan itu bersifat syar’i, maupun bersifat pribadi. Sebab ketika seorang wanita memutuskan untuk menerima pinangan itu, resikonya jelas. Yaitu untuk selanjutnya, dirinya hidup di bawah suaminya. Dia harus hidup bersamanya, taat, tunduk dan patuh kepada suaminya. Bahkan surganya ditentukan oleh bagaimana sikapnya kepada suaminya.

Kalau seorang wanita merasa tidak nyaman dengan seorang calon suami, tentu di masa berikutnya akan menjadi problem berat. Dan ini adalah soal selera, di mana Islam justru sangat memperhatikan kebebasan seorang wanita untuk memiliki selera dengan tipe laki-laki yang akan menjadi pendamping hidupnya.

Di dalam syariah Islam, seorang ayah dilarang untuk untuk memaksakan jodoh untuk anak wanitanya. Apalagi sekedar seorang calon suami, di mana lamarannya itu sangat tergantung dari penerimaan pihak calon istri. Maka calon istri punya hak dan wewenang sepenuhnya untuk menerima sebuah lamaran atau menolaknya. Baik dengan alasan yang masuk akal bagi pelamar maupun tidak. Sebab bisa saja faktor penolakannya itu merupakan hal yang tidak ingin disebutkan secara terbuka.

Adapun hadits yang menyebutkan akan terjadi fitnah bila seorang wanita menolak lamaran laki-laki yang shalih, tentu harus dipahami dengan lengkap dan jernih. Hadits itu bukan dalam posisi untuk menetapkan bahwa sebuah lamaran dari laki-laki yang shalih itu haram ditolak. Tidak demikian kandungan hukumnya.

Sebab kalau demikian, bagaimana dengan lamaran seorang laki-laki shalih kepada seorang puteri raja atau pembesar, di mana kedua tidak sekufu atau memang tidak saling cocok satu dengan yang lain? Apakah puteri raja itu berdosa bila menolak lamaran dari seorang yang tidak disukainya?

Bahkan di dalam syariah Islam, seorang wanita yang sudah menikah namun merasa tidak cocok dengan suaminya, masih punya hak untuk bercerai dari suaminya. Apa lagi baru sekedar lamaran dari laki-laki yang sudah punya istri pula.
Dari Ibnu Abbas ra.: Sesungguhnya istri Tsabit bin Qais datang kepada Rasulullah SAW, ia berkata: Wahai Rasulullah, Aku tidak mencelanya dalam hal akhlaknya maupun agamanya, akan tetapi aku benci kekufuran dalam Islam. Maka Rasulullah SAW berkata padanya, Apakah kamu mengembalikan pada suamimu kebunnya? Wanita itu menjawab, Ya. Maka Rasulullah SAW berkata kepada Tsabit, Terimalah kebun tersebut dan ceraikanlah ia 1 kali talak.

Agar tidak menjadi fitnah, tentu ada cara penolakan yang halus dan lembut, tanpa menyinggung perasaan, namun si pelamar itu bisa menerima intisarinya, yaitu penolakan. Sehingga fitnah yang dikawatirkan itu tidak perlu terjadi.

Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تُنْكَحُ الْأَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ وَلَا تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ إِذْنُهَا قَالَ أَنْ تَسْكُتَ

“Tidak boleh menikahkan seorang janda sebelum dimusyawarahkan dengannya dan tidak boleh menikahkan anak gadis (perawan) sebelum meminta izin darinya.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mengetahui izinnya?” Beliau menjawab, “Dengan ia diam.” (HR. Al-Bukhari no. 5136 dan Muslim no. 1419)

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الثَّيِّبُ أَحَقُّ بِنَفْسِهَا مِنْ وَلِيِّهَا وَالْبِكْرُ يَسْتَأْذِنُهَا أَبُوهَا فِي نَفْسِهَا وَإِذْنُهَا صُمَاتُهَا

“Seorang janda lebih berhak atas dirinya daripada walinya, sedangkan perawan maka ayahnya harus meminta persetujuan dari dirinya. Dan persetujuannya adalah diamnya.” (HR. Muslim no. 1421)

Dari Khansa’ binti Khidzam Al-Anshariyah radhiallahu anha:

أَنَّ أَبَاهَا زَوَّجَهَا وَهِيَ ثَيِّبٌ فَكَرِهَتْ ذَلِكَ فَأَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ نِكَاحَهَا

“Bahwa ayahnya pernah menikahkan dia -ketika itu dia janda- dengan laki-laki yang tidak disukainya. Maka dia datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (untuk mengadu) maka Nabi shallallahu alaihi wasallam membatalkan pernikahannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5138)

Al-Bukhari memberikan judul bab terhadap hadits ini, “Bab: Jika seorang lelaki menikahkan putrinya sementara dia tidak senang, maka nikahnya tertolak (tidak sah).”

Penjelasan ringkas:

Di antara kemuliaan yang Allah Ta’ala berikan kepada kaum wanita setelah datang Islam adalah bahwa mereka mempunyai hak penuh dalam menerima atau menolak suatu lamaran atau pernikahan, yang mana hak ini dulunya tidak dimiliki oleh kaum wanita di zaman jahiliah. Karenanya tidak boleh bagi wali wanita manapun untuk memaksa wanita yang dia walikan untuk menikahi lelaki yang wanita itu tidak senangi.

Karena menikahkan dia dengan lelaki yang tidak dia senangi berarti menimpakan kepadanya kemudharatan baik mudharat duniawiah maupun mudharat diniah (keagamaan). Dan sungguh Nabi shallallahu alaihi wasallam telah membatalkan pernikahan yang dipaksakan dan pembatalan ini menunjukkan tidak sahnya, karena di antara syarat sahnya pernikahan adalah adanya keridhaan dari kedua calon mempelai.

Akan tetapi larangan memaksa ini bukan berarti si wali tidak punya andil sama sekali dalam pemilihan calon suami wanita yang dia walikan. Karena bagaimanapun juga si wali biasanya lebih pengalaman dan lebih dewasa daripada wanita tersebut. Karenanya si wali disyariatkan untuk menyarankan saran-saran yang baik lalu meminta pendapat dan izin dari wanita yang bersangkutan sebelum menikahkannya. Tanda izin dari wanita yang sudah janda adalah dengan dia mengucapkannya, sementara tanda izin dari wanita yang masih perawan cukup dengan diamnya dia, karena biasanya perawan malu untuk mengungkapkan keinginannya.

wallahu’alam bish shawab

Sumber : dhezun
More about → Wajib Baca.. !! Hukum Menolak Lamaran dan Ortu Yang Memaksa Menjodohkan Anaknya !!

Sabtu, 19 September 2015

Gempar... Seorang Pemuda Yang Menikahi Nenek-Nenek

Sebagian orang menganggap cinta itu buta. Demi cinta, seseorang rela menerobos batas apapun, termasuk batas usia.

Gempar... Seorang Pemuda Yang Menikahi Nenek-Nenek


Diwartakan Nairobigossip, mungkin seperti itulah terjadi pada diri Steven Tikubuwana, pemuda gelandangan berusia 27 tahun, warga Republik Uganda, Afrika Timur.

Dia mengabarkan akan menikahi wanita pujaan hatinya, Zaituni Nakanda, janda sekaligus nenek berusia 70 tahun, dari negara yang sama.

Gempar... Seorang Pemuda Yang Menikahi Nenek-Nenek


[STEVEN TIKUBUWANA DAN ZAITUNI NAKANDA. FOTO: NAIROBIGOSSIPS.COM]

Usia keduanya memang terpaut sangat jauh, beda 43 tahun.

Akibatnya, perbedaan usia itu membuat rencana pernikahan ini ditentang pihak keluarga Steven. Keluarga mempersoalkan perbedaan usia.

“Cinta tidak mengenal perbedan usia. Kami memang saling mencintai. Itulah hal terpenting dalam pernikahan,” kata Steven.

Zaituni dianggap bukan sebagai calon istri ideal melainkan sebagai nenek. Namun, Steven beralasan, walau nenek, Zaituni sangat peduli dan setia.

Sementara, di kalangan warga Uganda, rencana ini menjadi buah bibir bak gosip pernikahan selebriti.

Kendati demikian, Steven dan nenek Zaituni tak menghiraukan apa kata orang dan tentangan dari dalam keluarga karena saling mencintai.

Tinggal Seatap

Walaupun belum resmi menikah, namun keduanya telah tinggal seatap.

Mereka tinggal di sebuah apartemen di Kota Mukono, Uganda. Apartemen itu dimiliki Zaituni.

Berdasarkan gosip warga, Steven menikahi Zaituni karena mengincar apartemen itu.

Sebelumnya, Steven adalah pemuda tunawisma. Dia menjadi tunawisma selama sekitar dua bulan karena kehilangan pekerjaan.

Tiba-tiba dia menemukan si nenek itu dan mau menerimanya dalam kondisi demikian.

Kabarnya, Zaituni menerima cinta Steven karena telah puluhan tahun menjanda.

Dia merencanakan menikah lagi sejak 20 tahun lalu. Calon suami idamannya saat itu adalah pemuda.

Tuhan ternyata mempertemukannya dengan Steven walau Steven memiliki dua anak.

Tak Masalah

Menurut Barbie Adler, makcomblang profesional dan pendiri Selective Search, perbedaan usia dalam urusan percintaan, kini tak lagi menjadi soal.

Perbedaan usia telah membaur dengan kecocokan, gaya hidup, tujuan yang ingin dicapai, vitalitas, dan ketertarikan serta minat.

Dalam kondisi tertentu, perbedaan usia yang bahkan terpaut jauh bisa dileburkan.

“Usia bukan masalah ketika terkait dengan tingkat kedewasaan. Para klien kami, baik pria maupun wanita, bahkan mencari pasangan yang memiliki perbedaan usia rata-rata 10 hingga 15 tahun,” tutur Adler, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Terapis pernikahan dan keluarga Dr Sheri Meyers mengungkapkan, pada dasarnya perbedaan usia bukan merupakan masalah yang dikatakan serius.

Pasangan dengan perbedaan usia yang cukup jauh bisa saja membangun hubungan dan rumah tangga yang harmonis nan bahagia.

“Namun, Anda harus benar-benar jelas tentang harapan, impian, dan keinginan Anda sejak awal. Masalah utama yang dialami para pasangan dengan usia yang terpaut jauh adalah ketidakserasian pengalaman hidup dan tujuan yang ingin dicapai dalam hal pernikahan, keturunan, gaya hidup, maupun kebebasan,” kata Meyers.

Misalnya, istri yang usianya jauh lebih muda ketimbang suami mungkin mengharapkan keturunan pada masa mendatang.

Namun, jika sang suami yang lebih tua dan merasa sudah pernah merasakan suka duka dalam membesarkan anak barangkali kurang tertarik untuk memiliki keturunan.

Selain itu, ada pula masalah penuaan yang menjadi sandungan dalam hubungan dengan perbedaan usia mencolok.

Menurut Meyers, semakin lebar perbedaan usia antara suami dan istri, maka harus semakin disadari penuaan alami yang hadir seiring bertambahnya usia.

Anda bisa saja sedang berada di puncak karier, tetapi suami sudah mulai memasuki masa pensiun.

Pun pasangan masih harus menemui tantangan ketika harus memperkenalkan pasangan kepada teman, keluarga, maupun orang-orang yang berada dalam lingkaran sosial.

“Keluarga dan teman bisa saja menganggap hubungan Anda tidak serius atau berpikir bahwa hubungan Anda cuma selingan,” kata Adler.

Terlepas dari perbedaan usia, ikatan cinta yang kuat akan memengaruhi kehidupan yang Anda jalani.

Yang penting, Anda menghabiskan sisa hidup Anda dengan seseorang yang mencintai, melindungi, dan mendukung Anda sepenuhnya.

Bukan usia yang menentukan, melainkan kedewasaan.(*)
More about → Gempar... Seorang Pemuda Yang Menikahi Nenek-Nenek

Kamis, 10 September 2015

Kamu Memang Cantik, Tapi Hati Isteriku Lebih Cantik - SEBUAH KISAH

http://4liputan.blogspot.com/


Seorang pria beristeri tanpa sengaja berkenalan dengan seorang gadis dinsebuah kantin kompleks perkantoran, karena ada urusan pekerjaan merekapun tukeran PIN BB.

Malam harinya si gadis mulai BBM
si pria :

Gadis : Mas hebat ya. Punya usaha sendiri, sukses pula

Pria : Terima kasih ya:)

Esoknya si gadis menelpon sekedar say hallo.

Gadis : Kapan ya mas, kita makan bareng lagi?

Pria : Oke kapan aja boleh

Setelah itu mereka masih sering berhubungan melalui BBM dan
telepon, sesekali juga janjian pergi makan siang bareng.

Hari-hari berlalu, tiada hari tanpa kontak antara mereka. Sampai suatu hari, si gadis BBM, isinya adalah :

"Mas... Sebenarnya aku mencintaimu , aku tau kamu udah punya keluarga, tapi aku mau menerima kondisi sebagai isteri ke-2, aku siap mas dan maaf aku mengganggu perasaanmu."

Dengan berat hati pria itu menjawab : "Dik, aku mengerti dan paham maksudmu... tapi dengan berat hati aku harus jawab TIDAK! Aku tau kamu memang cantik, dan aku yakin semua lelaki pasti mengatakan tubuh dan parasmu elok dan cantik.

Tapi, tahukah kamu kenapa aku bisa tampil baik dan hingga usahaku sukses? Itu semua karena dorongan dan semangat isteriku.

Sungguh sangat berdosa kalau aku harus berselingkuh dengan
seseorang yang hanya mengagumiku, karena tau kalau aku sekarang udah sukses.

Kamu menyukai aku tidak ikhlas, kamu hanya melihat tampilanku
semata. Padahal ada seseorang yang tersayang di rumah yang telah bersusah payah mendorong aku agar selalu tampil sebaik mungkin, dia adalah isteriku tercinta.

Kalau kamu menyukai aku, artinya kamu tinggal memetik hasilnya, dan cara ini tidak pernah abadi.

Taukah kamu bahwa aku memulai ini dari nol dan isteriku
yang selalu mendampingiku di kala susah, terpuruk dan sukses seperti ini.

Taukah kamu bahwa isteriku yang selalu mendoakan kesuksesanku hingga aku bisa menjadi seperti ini. Kamu memang cantik, tapi hati isteriku lebih cantik.

Terima kasih atas cintanya, maaf aku tidak bisa membalas seperti kehendakmu.

Wahai pria, sanggupkah kau seperti kisah di atas ??
More about → Kamu Memang Cantik, Tapi Hati Isteriku Lebih Cantik - SEBUAH KISAH

Selasa, 08 September 2015

Sayangilah Ibumu, Jangan Sampai Menyesal Di Kemudian Hari

Sayangilah Ibumu, Jangan Sampai Menyesal Di Kemudian Hari


: Sayangi Ibumu, Jangan Sampai Menyesal Di Kemudian Hari :
.
Aku mempunyai pasangan hidup...
Aku mempunyai ibu...
.
Saat senang aku cari pasanganku...
Saat sedih aku baru cari ibuku...
.
Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku...
Saat gagal aku ceritakan pada ibuku...
.
Saat bahagia aku peluk erat pasanganku...
Saat sedih aku peluk erat ibuku...
.
Saat liburan aku bawa pasanganku...
Saat aku BT aku mampir ke rumah ibuku...
.
Saat sambut hari raya selalu cium kening pada pasanganku...
Pada ibu aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Raya"..
.
Aku selalu ingat pasanganku...
Ternya ibuku selalu ingat aku...
.
Setiap saat aku telpon pasanganku...
Kalau lagi ingat baru aku akan telpon ibuku...
.
Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku...
Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibuku...
.
Renungkanlah....!!!!!
"Anakku, kalau kau sudah habis belajar dan berkerja, bolehkah kau kirim uang untuk ibu? Ibu tdk minta banyak, lima puluh ribu sebulan pun cukuplah."
Berderai air mata jika kita mendengarnya........
Tapi kalau ibu sudah tiada...
kita baru merasakan kasih sayangnya
.
IBU......
AKU RINDU......
AKU RIIINDDUU......
SANGAT RINDUUUUU......
.
Berapa banyak yang sanggup menyuapkan ibunya....?
Berapa banyak yang sanggup berhenti bekerja untuk menjaga ibunya....?
Berapa banyak anak yang mendoakan JENAZAH ibunya....?
.
Please like & share jika kamu sayang ibu mu❤ yang ga komen durhaka sama ibunya berarti tongue emoticon
More about → Sayangilah Ibumu, Jangan Sampai Menyesal Di Kemudian Hari

17 Kebiasaan Isteri yang Paling Disukai Suami

17 Kebiasaan Isteri yang Paling Disukai Suami

1. Mendoakan dan Bersyukur dengan pemberian suami
Tindakan Isteri nomor 1 yang paling disukai oleh Suami dan membuat semua Suami di dunia ini akan merasa sangat bahagia adalah apabila isteri selalu bersyukur dan berterima kasih kepada suami atas pemberian suami (tempat tinggal, makan dan pakaian dll) tanpa mengeluh dan mengucapkan syukur pada Allah, selanjutnya Isteri dengan sabar beribadah memohon pada Allah untuk mendoakan suaminya.

2. Setia ,Bersikap jujur dan terbuka pada Suami
Suami bahagia jika isteri tidak membohonginya, setia dan selalu terbuka bercerita pada suaminya tentang keadaan dirinya dan orang-orang disekitarnya.

3. Tidak menunda-nunda perintah suami
Suami sangat menyukai jika perintahnya segera dilaksanakan, dan akan merasa kesal jika ditunda-tunda pelaksanaanya kesannya tidak menghargai dan menyepelekan suami.

4. Mengelola dengan baik penghasilan suami, tidak boros dan bijak dalam membelanjakanya
Suami akan bahagia jika isteri bisa tidak boros, membelanjakan penghasilan dengan bijak dan bisa menyisakan penghasilan suami meskipun sedikit untuk ditabung guna keperluan darurat.

5. Menyiapkan keperluan sehari-hari suami
Misalnya menyiapkan pakaian kerja, menyediakan minum dan sukur bisa menyiapkan dan menemani makan suami

6. Berpakaian dan berdandan sesuai selera Suami
Suami akan suka dan bahagia memandangi isteri jika isteri berdandan atau berpakaian sesuai keinginan suami.

7. Mesra pada suami
Pagi hari bangun tidur bangun mencium pipi suami sambil mengucapkan : Bangun sayang… atau tiba – tiba memeluk suami sambil mencium pipi terus pergi.. kalo ditanya pengin nyium aja.. he.he..

8. Memberi waktu dan menyiapkan perlengkapan hobi positif suami
Suami akan merasa sangat bahagia jika hobinya bisa tersalurkan dan isteri memberikan waktu yang cukup untuk hobi suami apalagi jika isteri sampai menyiapkan keperluan yang berhubungan dengan hobi suami akan sangat bahagia.

9. Berdandan dan Wangi sebelum tidur
Sebelum tidur mandi, merias diri seperlunya, memakai parfum dan pakaian tidur yang disukai suami. Meskipun suami lagi tidak “berhasrat” tapi niat istri siap dihadapan suami membuat suami tidur dengan tersenyum

10. Bangga pada perbuatan dan sikap suami
Suami akan sangat bahagia jika tindakan atau perbuatannya membanggakan isterinya dan isteri mengucapkan bangga dengan suaminya dan membanggakan suaminya di hadapan orang lain

11. Memasang wajah ceria dan bersikap atau bercerita humoris dengan suami
Wajah ceria dan bersikap atau cerita humor yang diberikan isteri pada suami akan membuat suami merasa terhibur dan kangen pada sosok isterinya.

12. Isteri bersikap baik dan ramah pada orang lain terutama pada keluarga Suami
Suami akan merasa bahagia jika isterinya dipuji oleh keluarganya terutama oleh Ibu -Bapak suami, tetangga atau teman suami untuk kebaikan dan keramahan isterinya

13. Isteri bisa bersikap sebagai teman, rekan bisnis, ibu dan jablay pada suami
Isteri yang bisa diajak bicara nyambung, seperti rekan bisnis alias nraktir he.he.., bersikap seperti ibu dan bertindak seperti Jablay ( bukan pelacur / tapi jarang dibelai) ditempat tidur akan sangat membahagiakan suaminya

14. Bersikap Bijaksana dan Menghibur suami
Suami akan merasa bahagia jika isterinya bisa bersikap bijaksana misalnya tidak asal menuduh tanpa bukti, bertanya dulu sebelum marah, memberi hiburan pada suami misalnya jalan2 / makan2 dll.

15. Tabah, Tidak mudah patah semangat dan optimis menghadapi hidup
Suami akan bahagia jika isteri tabah dan tidak mudah patah semangat dalam menghadapi masalah atau kesulitan hidup

16. Tidak Cuek dan Memberi Solusi pada Kesulitan Suami
Isteri yang memberi solusi nyata bagi kesulitan suami akan sangat membahagiakan suami.

17. Membantu kewajiban suami
Kewajiban suami adalah memberi tempat tinggal, makan dan pakaian pada isteri dan isteri tidak mempunyai kewajiban untuk hal tersebut tapi jika isteri ikut membantu suami dalam pelaksanaa hal tersebut tentunya akan sangat membantu suami karena beban suami menjadi lebih ringan sehingga suami akan bahagia karenanya.

Bagaimana bunda sudahkah kita melakukan 17 hal tersebut ?
Hayuk Semangat memperbaiki diri dan melayani suami kita
Jangan terlalu banyak menuntut sebelum kita melakukan 17 kebiasaan tersebut
Layani suami kita sepenuh hati, karna surga kita tergantung ridho suami kita

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk menjadi istri shalihah dan berbakti pada suami kita, orang yang sudah kita pilih menjadi imam kehidupan kita
Aamiin ya Rabb...
More about → 17 Kebiasaan Isteri yang Paling Disukai Suami

Kisah Haru, Istri Datang ke Nikahan Kedua Suami

Kisah Haru, Istri Datang ke Nikahan Kedua Suami


Sahabat 4Liputan - Seorang suami di Arab Saudi mendapatkan kejutan ketika melihat istri pertama dan anak-anaknya datang ke pesta pernikahan dia dengan istri kedua.

Alih-alih marah dan mengamuk, si istri pertama malah memberikan hadiah kejutan untuk sang suami. Yakni, bungkusan berisi sebuah iPhone 6 dan parfum.

Si suami yang bernama Hamdan Al Shamrani, dari kota selatan Baha mengaku terkejut melihat istri dan anak-anaknya datang ke pesta pernikahannya.

Apalagi setelah tahu kedatangannya untuk memberikan ia hadiah di pernikahannya dengan istri baru.

"Istri pertama saya telah memberi contoh cinta, kesatuan keluarga dan loyalitas. Saya bangga padanya, kata Hamdan dalam laporan surat kabar Al Madina dikutip Emirates 24/7, Selasa 24 Maret 2015.

Namun, insiden itu memicu kemarahan beberapa media sosial. Salah satu istri mengatakan jika suaminya menikah dengan istri kedua ia akan mengirim bahan peledak TNT ke ruang pernikahan.

Sementara wanita lain menilai Hamdan adalah seorang suami yang mengerikan. Namun istri pertamanya senang Hamdan akan memiliki istri baru, sehingga ia tidak harus berurusan lagi dengannya. "Dia (istri pertama) lega dan bahagia." (Dream)
More about → Kisah Haru, Istri Datang ke Nikahan Kedua Suami

Kamis, 03 September 2015

Inilah Jurus Ampuh Melahirkan Secara Normal

Inilah Jurus Ampuh Melahirkan Secara Normal


Sahabat 4Liputan - Sering kali kehamilan menyebabkan seorang wanita mengalami stres. Stres itu bisa terjadi karena ia merasa tidak memiliki ilmu yang cukup untuk menjadi ibu atau bisa jadi ia stres ketika akan menghadapi persalinan.

Apalagi jika dokter telah memperkirakan tanggal kelahiran bayi, dan anda tidak kunjung menampakkan seperti tanda yang akan melahirkan. Hal ini dapat membuat ibu semakin tidak tenang.

Jika hal tersebut terjadi sebaiknya anda melakukan cara yang dapat merangsang persalinan anda agar cepat tiba.
Berikut adalah cara-cara sederhana yang dapat anda lakukan dikutip dari bidanku.com :

 
1.Lakukan kegiatan berjalan kaki dengan santai.
Cara yang paling mudah dan juga murah untuk dapat merangsang bayi supaya cepat lahir ialah dengan berjalan kaki dengan teratur ketika menjelang persalinan. Ketika berjalan atur posisi tubuh dengan benar, tubuh tetap tegak, dan tidak terlalu condong ke arah belakang. Jalan kaki merupakan cara yang paling umum serta alami untuk membantu mendorong persalinan.

2.Hubungan intim bersama suami.
Cairan yang dihasilkan seorang pria mengandung prostaglandins yang dapat membantu leher rahim menjadi lunak juga siap untuk segera membuka. Kandungan yang terkandung dalam sperma juga dapat membantu merangsang munculnya kontraksi pada rahim serta membuat leher rahim melemas.

3.Melakukan stimulasi pada puting payudara.
Melakukan kegiatan stimulasi pada putting payudara ini juga dikatakan dapat melepaskan oksitosin yang bisa merangsang rahim untuk berkontraksi. Kegiatan ini juga bisa anda lakukan sendiri atau meminta bantuan suami anda. Namun sebaiknya kegiatan ini tidak dilakukan dengan berlebihan sebab bisa mengakibatkan kontraksi yang sangat panjang, kuat serta mengganggu aliran darah pada janin. Lakukan kegiatan ini dengan fokus pada salah satu payudara terlebih dulu selama kurang lebih lima menit.

4.Lakukan Birthing Balls.
Birthing balls ini sangat berguna untuk menbantu bayi yang ada di dalam rahim bergerak. Anda dapat melakukannya dengan duduk pada bola yang sangat lentur serta lembut sambil anda menggerakan tubuh anda. Gerakan tubuh anda dapat mendorong bayi beralih pada posisi yang sangat baik.

5.Menghilangkan perasaan cemas di dalam diri anda.
Rasa cemas yang semakin besar ketika menjelang persalinan menjadi hal yang wajar. Untuk mengurangi kecemasan yang anda rasakan anda dapat membaginya dengan mendiskusikan kecemasan anda bersama suami anda, ataupun dokter. Rancanglah beberapa kegiatan yang dapat membuat anda menjadi semakin rileks.

6.Mengikuti senam hamil. 
Lakukan dengan rutin senam hamil dengan di bimbing oleh instruktur yang ahli. Manfaat dari senam hamil sendiri yaitu untuk membantu dalam melemaskan daerah pada jalan lahir bayi, membuat lancar penurunan pada bagian bawah bayi menuju jalan lahir, membantu kontraksi rahim agar lebih efektif serta membantu proses persalinan menjadi lebih lancar dan juga mudah.

7.Melakukan pijat refleksi.
Pijat refleksi ini selain dapat menyeimbangkan sistem dalam tubuh anda, ini juga bisa merangsang untuk menuju proses persalinan. Ada baiknya tindakan seperti ini dilakukan atas pengawasan dokter pribadi anda yang mengetahui tentang teknik pijat refleksi.

Dengan demikian bagi anda yang ingin merangsang janin lahir secara alami sebaiknya dapat mengelola diri dalam mempersiapkan persalinan, baik secara fisik maupun mental. Sehingga proses persalinan dapat berjalan dengan lancar, apalagi bagi anda yang menginginkan persalinan secara normal.

Sumber: Tribunnews

Yuukk bantu Sebarin ke Calon ibu yang lainnya .... 
More about → Inilah Jurus Ampuh Melahirkan Secara Normal

Rabu, 02 September 2015

Mengharukan... Gaji Terakhir Abdullah Untuk Istrinya

Mengharukan... Gaji Terakhir Abdullah Untuk Istrinya

Sahabat 4Liputan - Abdullah (39 Tahun) Pekerja Konstruksi yang datang dari Jawa Tengah dan bekerja di PT Takanaka Cikarang.

Sejak beberapa hari ini Buruh Perusahaan Konstruksi ini mengeluh sakit kepada teman-temannya, Menurut temannya istrinya selalu menelpon dengan nada kasar padahal Abdullah seorang suami yang lembut kepada istrinya, Abdullah pulang sebulan sekali demi berhemat.
Pagi ini, Abdullah mengeluh sakit kepala dan panas dingin, selalu memegang kepalanya. Istrinya masih terus menerus menanyakan gaji kapan di transfer tanpa peduli dengan kesehatan Abdullah yang terkadang makan dan minumnya tidak jelas di kawasan Industri.

Abdullah sudah ingin diantar sama teman-temannya tetapi Abdullah pulang sendiri sekalian mau ke ATM buat transfer gaji seluruhnya kepada istri yang selalu dicintainya. Abdullah tidak mementingkan dirinya tetapi istri dan anak-anaknya adalah utama baginya, hanya sayangnya sang istri tak pernah mau tau kondisi Sang Suami.

Gaji Terakhir. Mungkin inilah yang bisa dikatakan untuk Abdullah, Dari Lokasi kerja menuju ATM Rumah Sakit Permata Keluarga, Berseragam Lengkap Perusahaanya. Setelah mentransfer semua gajinya Abdullah terkapar dijalan raya dengan otak berceceran karena sebuah truk melintas dengan cepat. Sang Supir dan Truknya kabur, Jasad berseragam lengkap perusahaan konstruksi masih menempel itu terkapar tak bernyawa. Seakan-akan Abdullah ingin mengatakan "Istriku Sayang, Ini Gaji Mas yang terakhir, Titip anak-anak, Mas kuat disini" (Padahal Abdullah jarang makan menurut rekan kerjanya), Andullah selalu berhemat demi istri dan anak-anaknya.

Innalillahi wa inna ilaihiroji'un (1 Jam Saya Dilapangan membantu Security menepikan kendaraan yang lewat, Sambil mengumpulkan informasi tentang Abdullah ini)
Ada yang bisa mengambil pesan hikmah dari cerita Abdullah secara keseluruhan? 
Saya terenyuh dengan Kisah Buruh ini, Betapa perjuangannya menghidupi kekuarga walau tidak dihargai istrinya tak menyurutkan langkahnya untuk terus membahagiakan mereka yang hanya bisa ditemuinya 1x dalam sebulan atau bahkan 1x dalam 2 bulan.

Masihkah para istri tidak menghargai suaminya? Ingat! Ketika Seorang Pria memutuskan menikah maka itu adalah keputusan terbesar dalam hidupnya dan itu pertanda dia siap bertanggungjawab dengan keputusannya itu. Dan dia itu adalah Abdullah.
Masya Allah......

Yuukk Sebarkan Kisah Mengharukan Ini....
More about → Mengharukan... Gaji Terakhir Abdullah Untuk Istrinya

Selasa, 01 September 2015

AWASS.... Bedak Bayi Berbahaya

AWASS.... Bedak Bayi Berbahaya


Sahabat 4Liputan - Bedak bayi sudah sejak lama digunakan para ibu untuk merawat bayinya dari gatal dan alergi kulit lainnya. Bahkan bedak bayi juga sering digunakan oleh para ibu untuk wajah mereka sendiri dan bagian tubuh yang lain. Para wanita beranggapan bahwa memakai bedak bayi membuat kulit mereka lebih lembut dan terlihat cerah.

Nah, jika anda seorang ibu atau gadis yang hingga saat ini masih sering memakai bedak bayi dengan merk Johnson seperti pada gambar diatas, mungkin sekarang ini waktunya anda stop dan mulai pikirkan dampaknya.

Untuk diketahui bahwa bedak bayi dengan merk Johnson ini dapat meningkatkan resiko kanker hingga 30 persen.

Dr. Daniel Cramer, seorang epidemiologist Amerika menyatakan bahwa setidaknya ada 10.000 wanita yang menderita kanker ovarium yang disebabkan oleh pemakaian bedak bayi yang rutin selama bertahun-tahun.

Fakta Mengejutkan

Pada awal 1982, sebuah studi menunjukkan hubungan antara penggunaan bedak bayi dan resiko kanker ovarium. Hasilnya ditemukan bahwa wanita yang menggunakan serbuk bedak beresiko 300 kali lipat terkena kanker.

Penemuan ini begitu mengejutkan hingga media mainstream sekelas New York Times pun melalui headlinenya meminta perusahaan besar Johnson untuk mengungkapkan kebenaran di balik produk mereka.

Baca dan Lihat Peringatan Pada Botol

Jika saat ini di rumah anda masih ada botol bekas bedak Johnson, cobalah periksa dan baca peringatan yang tertulis pada botol bedak tersebut.

Disana jelas-jelas Johnson telah memperingatkan agar jangan sampai bedak tersebut mengenai mata dan terhirup oleh kita. Hal ini karena bedak tersebut mengandung partikel yang mampu bertahan menempel di kulit anda hingga bertahun-tahun dan kemudian merayap sampai ke ovarium.

Selain itu bedak ini juga menyebabkan peradangan dan merupakan pemicu kuat tumbuhnya sel-sel kanker.

Sebenarnya pihak Johnson telah menyadari fakta ini sejak hasil studi di tahun 1982 tersebut menghentak publik. Namun sanyangnya untuk alasan komersil mereka tak pernah mencantumkan efek samping penggunaan produk pada pelanggan produk bedak bayi tersebut.

Efek Bedak Pada Bayi

Pemakaian bedak Johnson pada bayi Anda mungkin mempunyai efek lebih buruk daripada menggunakannya pada diri Anda sendiri. The American Academy of Pediatrics memperingatkan orang tua untuk tidak menggunakan bedak bayi serbuk jenis ini. Mineral yang ada pada bedak sangat mudah terbawa udara hingga terhirup oleh bayi, menyebabkan selaput lendir mereka mengering.

Jika sampai terhirup, bayi anda akan sulit bernapas dan dapat menyebabkan mengi pada bayi. Beberapa kasus radang paru-paru yang menimpa bayi setelah ditelusuri juga akibat penggunaan jenis bedak ini, dan sangat disayangkan pihak Johnson tidak memberikan peringatan yang cukup pada kemasan produknya.

Alternatif Aman

Untuk bayi, pengganti terbaik adalah petroleum jelly khusus bayi yang cocok untuk perawatan kulitnya. Adapun orang dewasa, kami anjurkan menggunakan bedak berbahan dasar tepung jagung yang lebih natural dan tentunya tak kalah khasiatnya dalam melembutkan kulit Anda.

Jadi bagi anda yang hingga saat ini masih menggunakan bedak bayi bermerk Johnson and Johnson sebaiknya beralihlah ke bedak lain yang lebih ramah pada kesehatan anda.

Sumber: worldtruth.tv

Yuuk Bantu Share ke teman-teman yang lainnya....
More about → AWASS.... Bedak Bayi Berbahaya

Senin, 24 Agustus 2015

Siapa Bilang Pacaran Itu Haram ?? Iya Kalau Di....

Siapa Bilang Pacaran Itu Haram ?? Iya Kalau Di....


Sahabat 4Liputan - Kali ini kami memberikan sedikit penjelasan tentang Pacaran yang kami dapat dari situs "IslamLib" silahkan dibaca dan dicermati ya...

Jangan pacaran. Pacaran itu haram. Yang boleh adalah ta’aruf. Ini adalah semacam “ajaran” baru yang sering saya dengar akhir-akhir ini. Bahkan, saat ini, ada gerakan anti-pacaran. Yang sedang pacaran, dianjurkan buru-buru nikah saja. Jika tidak mau, langsung putuskan saja.

Kecemasan atas fenomena pacaran ini, saya kira, reaksi yang alamiah saja terhadap gejala hubungan laki-laki dan perempuan yang dianggap terlalu bebas saat ini, terutama di kota-kota besar. Hubungan semacam itu dipandang sebagai bagian dari pengaruh budaya Barat, westernisasi. Barat, di mata sebagian kalangan Islam, diidentikkan dengan free-sex dan hubungan yang “promiscuous”.

Seturut dengan makin besarnya pengaruh gerakan Islam konservatif-fundamentalis di seluruh dunia Islam sekarang, muncullah sikap-sikap yang resisten terhadap Barat. Barat dianggap sebagai cerminan dari dunia yang secara moral dekaden, merosot. Pacaran adalah bagian dari free-sexism yang khas peradaban Barat. Karena itu harus ditolak.

Gerakan anti-pacaran ini tentu tidak serta-merta mencerminkan gejala konservatisme dan fundamentalisme. Mungkin  ini sikap alamiah saja yang menggambarkan kekhawatiran orang tua atas pengaruh buruk dari urbanisme atau kebudayaan kota yang cenderung bebas.

Siapapun yang memiliki anak perempuan tentu saja was-was atas bayangan-bayangan buruk tentang kemungkin anak mereka terjatuh dalam hubungan yang bebas. Ini instink yang alamiah. Sebagian didorong oleh motif keagamaan. Sebagian yang lain, reaksi normal dari seorang tua yang sangat cemas tentang prilaku anak-anaknya. Saya pun juga memiliki instink seperti itu.

Tetapi, betulkah pacaran haram? Tentu saja jawabannya: tergantung. Dalam bahasa fkih atau hukum Islam: di-tafshil. Pacaran yang seperti apa dan bagaimana. Tidak ada larangan dalam agama, terutama Islam, terhadap pacaran. Tak ada ayat atau hadis yang secara eksplisit melarangnya.

Dan sesungguhnya untuk mengetahui apakah pacaran itu haram atau tidak, kita tak perlu jauh-jauh merujuk ke Qur’an atau hadis. Kita diberikan nalar dan akal oleh Tuhan. Mari kita pakai untuk menganalisis fenomena ini. Mensyukuri nikmat akal adalah dengan cara memakainya, bukan mengistirahatkannya dan mencurigainya macam-macam. Itu justru kufur atau mengingkari nikmat yang dikecam oleh Qur’an.

Apa hakikat pacaran itu? Pacaran adalah tahap pra-nikah yang memungkinkan kedua lawan jenis untuk saling mengenal. Dalam bahasa Arab, saling mengenal itu adalah ta’aruf.
Jadi, sodara-sodara, sesungguhnya pacaran dan ta’aruf itu sama saja. Pacaran bahasa Indonesia. Ta’aruf bahasa Arab. Tetapi karena ada persepsi bahwa yang berbahasa Arab itu Islam, maka ta’aruf itu halal, sementara pacaran tidak. What a funny logic!

Dalam hukum Islam, dikenal suatu proses pra-nikah yang disebut dengan “khithbah”. Istilah berbahasa Arab ini mempunyai akar kata yang sama dengan “khuthbah”, seperti dalam frasa khutbah Jumat, misalnya.

Secara sederhana, kedua istilah itu berkaitan dengan kegiatan bicara dan ngomong. Khithbah adalah proses pra-nikah di mana kedua lawan jenis yang hendak membangun hubungan serius saling bicara untuk mengenal sebelum memutuskan untuk (ehem!) mengerek janur kuning dan nikah.

Manusia jelas berbeda dengan binatang. Saya bukan seorang botanis. Setahu saya, binatang tak membutuhkan proses lama untuk saling mengenal sebelum akhirnya sepakat melakukan hubungan badan. Manusia, sebelum sampai ke “puncak” itu, butuh proses lama, saling mengenal, saling menjajagi. Tak bisa, meet-kiss-f*ck.

Pernikahan yang langgeng dan harmonis jelas mempersyaratkan kedua pasangan saling tahu karakter pihak sebelahnya. Pernikahan bukan hubungan sehari-dua hari, melainkan perkara serius, — “mitsaq ghalidz” (dalam bahasa Quran),– yang berlangsung lama, bahkan seumur hidup. Hubungan yang seperti itu membutuhkan persiapan yang matang. Tidak bisa hanya kenal sebentar, lalu naik pelaminan.

Tentu saja ada kasus-kasus tertentu di mana orang kenal sebentar lalu nikah. Bahkan, ada kasus perjodohan ala Siti Nurbaya yang sudah diatur oleh orang tua (arranged marriage), tanpa kedua pasangan diminta pendapatnya. Ada. Tetapi itu bukan praktik umum. Hanya perkecualian. Yang umum dan logis: seorang yang mau menikah butuh periode tertentu untuk saling tahu dan mengenal. Panjang pendeknya, tergantung sikon.

Walau tidak wajib, tapi saya mengatakan bahwa tahap saling kenal itu adalah sesuatu yang harus dilakukan, untuk menghindarkan kemungkinan buruk di masa depan. Lebih baik pacaran putus di tengah jalan, daripada putus jalan di tengah pernikahan karena tak saling mengenal dengan baik sebelumnya.

Dengan demikian pacaran yang diniatkan untuk saling mengenal pasangan secara baik, untuk membangun masa depan rumah tangga yang harmonis, dan dilakukan dengan cara yang tidak melanggar norma agama, jelas boleh. Bukan hanya boleh, tapi harus, untuk kemaslahatan pernikahan di masa depan. Tak penting anda menyebutnya pacaran atau ta’aruf. Itu hanya beda bahasa saja. Jangan tertipu oleh istilah.

Jika pacaran dilakukan dengan niat buruk untuk menipu pasangan, sekedar untuk melampiaskan nafsu “pradator” laki-laki/perempuan, tentu saja tidak boleh. Tak perlu fatwa agama. Dengan nalar biasa saja, kita bisa mengatakan pacaran dengan “sinister intent” semacam itu jelas tidak layak dilakukan.

Jadi pacaran haram? Ya, kalau dilakukan dengan motif seperti itu. Wallahu a’lam.

Sumber : IslamLib

Jika Artikel Ini Bermanfaat... Yuuk Bantu Share Untuk Memberi Manfaat Pada Yang Lainnya ....
More about → Siapa Bilang Pacaran Itu Haram ?? Iya Kalau Di....

[ Motivasi ] Menikah Sebelum Mapan ?! Siapa Takut ?? Ini Jawaban Untuk Kalian Yang Bimbang..

[ Motivasi ] Menikah Sebelum Mapan ?! Siapa Takut ?? Ini Jawaban Untuk Kalian Yang Bimbang..

Sahabat 4Liputan - "Beruntunglah mereka yang menikah sebelum mapan. Berbahagialah mereka yang mendapatkan pasangan yang belum mapan." Itu adalah kata-kata pembuka yang 4Liputan ambil dari situs  "IslamLib" sekaligus artikel ini...

Artikel ini 4Liputan dedikasikan untuk kalian para pemuda yang masih bimbang untuk menikah, dan para pemuda yang terlalu memberikan syarat kemapanan bagi pasangannya. Bacalah Ini dan Merenunglah..

Banyak laki-laki yang menunda menikah dengan alasan ‘belum mapan’. Saya tak ingin memperdebatkan apa definisi ‘mapan’ di sini, karena mapan bagi setiap orang punya ukuran yang berbeda-beda. Tapi, bagi mereka yang masih ragu untuk menikah karena menunggu mapan, izinkanlah saya memberi nasihat yang baru: 

Menikahlah Sebelum Mapan!

Saya selalu suka kalimat John Donne yang pernah juga dipelesetkan Abraham Heschel, katanya: ‘No man is an island’, tak ada laki-laki yang menjadi pulau bagi dirinya sendiri. Artinya, tak ada seorangpun yang bisa hidup sendirian. Seperti sebuah pulau yang tak membutuhkan orang lain. Setiap orang selalu membutuhkan orang lain untuk berbagi dan mengisi sesuatu yang ‘kosong’ dalam hidupnya. Dalam konsep ini, menurut Donne, tak ada seorang pun di dunia ini yang ‘mapan’.

Jika seorang yang hendak menikah memiliki cara berpikir demikian, maka pernikahan bisa didekati dengan cara yang lebih rendah hati. Jika seorang laki-laki bisa berpikir ‘saya belum mapan’, misalnya, maka ia akan mendekati istrinya sebagai seseorang yang akan menyempurnakan hal-hal yang belum mapan dalam dirinya.

Bagi saya, mapan tentu saja bukan soal kekayaan atau kepemilikan saja, mapan adalah soal kesanggupan individu dalam menghadapi berabagai tantangan dalam hidupnya. Kalau mapan hanya soal uang atau karir, bukankah banyak yang berlebih secara materi dan gemilang di tempat kerja tapi tak sanggup menghadapi ego dan amarahnya sendiri? Nah!

Dengan pemahaman baru ‘menikah sebelum mapan’, seseorang akan menghadapi pasangannya dengan penuh penghargaan. Karena ia sadar bahwa dalam diri pasangan tersebut ada sisi-sisi yang akan menyempurnakan dirinya. Bayangkan kalau cara berpikir seperti ini tidak ada dalam sebuah pernikahan, hubungan suami-istri akan melulu atas-bawah, subordinatif, dan cenderung tidak adil.
Tidak sedikit suami yang karena merasa bahwa dialah yang memiliki ‘penghasilan’, dialah yang punya uang, dialah yang hidupnya ‘mapan’, dialah yang bersinar di dunia luar, malah merendahkan dan tidak menghargai istrinya.

Jika nekad menikah sebelum mapan, lantas istri dan anak mau dikasih makan apa ?? dikasih makan cinta?? Barangkali pertanyaan itu benar-benar terasa mengganggu. Tapi orang-orang lupa bahwa mapan tak sama dan sebangun dengan rasa tanggung jawab. Yang dibutuhkan dalam pernikahan bukanlah harta yang berlimpah, tapi rasa tanggung jawab yang cukup.

Percuma saja punya kekayaan banyak tapi tak bertanggung jawab, kan? Banyak kok suami yang rela membuat istri dan anak-anaknya ‘susah’ tetapi memanjakan dirinya sendiri, malah memanjakan selingkuhannya. Artinya, harta yang banyak tak akan berarti apa-apa dalam pernikahan jika kita tak punya banyak cinta untuk menjalaninya.

Suatu hari saya ditanya soal mewujudkan impian bersama dalam rumah tangga, “Bagaimana meyakinkan istri atau suami agar mau bersama-sama mewujudkan impian besar yang kita miliki?” Jawabannya tentu saja sederhana. Pertama-tama, berpikirlah bahwa kita adalah individu yang tidak sempurna, bahwa kita selalu membutuhkan bantuan orang lain, bahwa kita membutuhkan partner untuk mewujudkan impian-impian kita.

Dengan merasa bahwa kita ‘tidak sempurna’, maka kita akan terus menjadi ‘pribadi yang membelum’, pribadi yang selalu dalam proses… Di sanalah akan tercipta kesalingpahaman antara suami dan istri. Selanjutnya, keduanya akan sama-sama menjalin komitmen untuk bersama mewujudkan impian-impian besar yang mereka miliki.

Tapi, jangan hanya saling mengerti untuk mewujudkan impian-impian besar saja! Pernikahan bukan hanya tentang mewujudkan impian-impian besar, tapi juga menjalani hal-hal kecil di keseharian. Jika yang ada dalam pikiran Anda hanya ingin mewujudkan impian-impian besar, sebaiknya jangan menikah, tapi ikutlah organisasi atau partai politik!

Lantas apakah dengan menikah seseorang yang ‘belum mapan’ akan menjadi mapan? Belum tentu. Tergantung kualitas pernikahan itu sendiri. Dan kualitas pernikahan ditentukan oleh pola hubungan antara suami dan istri. Banyak suami atau istri yang memperlakukan pasangannya dengan prinsip relasi ‘aku-kamu’, dengan menganggap pihak ‘kamu’ hanya sebagai objek atau benda yang tak memiliki kehendak atau pilihan-pilihan.

Tentu saja relasi semacam ini miskin empati. Dalam relasi ‘aku-kamu’ semacam ini, pusat kepentingan ada di ‘aku’ dan ‘kamu’ adalah pihak luar, kamu adalah yang harus memerhatikan aku, kamu adalah yang harus nurut, kamu adalah objek yang tidak merdeka.

Martin Buber, filsuf asal Austria, menawarkan pola hubungan lain yang lebih baik. Ia menyebutnya ‘aku dan engkau’ (I and Thou atau Ich und Du). Dalam relasi aku-engkau, kata Buber, ‘engkau’ lebih dihargai sebagai subjek yang setara. Karena dalam diri ‘engkau’ ada bagian dari ‘aku’. Pemisah antara aku dan engkau bukan sekadar hak dan kewajiban, tetapi ikatan yang saling menguatkan.

Jika kita melihatnya dalam konteks pernikahan, dalam hubungan ‘aku-engkau’ cara pandangnya bukan semata-mata tentang apa kewajiban serta hak-hak suami terhadap istrinya, atau sebaliknya, tetapi lebih kepada hubungan kasih-sayang juga rasa cinta. Jika hubungan rumah tangga di bangun di atas prinsip ini, tak ada lagi persoalan ‘siapa harus menghormati siapa’ atau ‘siapa harus menurut kepada siapa’ sebab segalanya berdasar pada ‘aku melakukan ini dan tidak melakukan itu karena aku menyayangimu’.

Kembali pada diskusi kita soal kemapanan, individu yang lebih menghargai individu lainnya, suami yang lebih berempati pada istrinya, memiliki peluang lebih besar untuk mapan dalam pernikahannya. Sekali lagi, mapan bukan hanya soal kepemilikan kapital dan kecukupan finansial, tetapi ‘mapan’ dalam pengertian yang lebih luas: Menjadi pribadi dewasa yang sanggup menghadapi beragam tantangan dalam hidupnya. Dengan modal kemapanan semacam ini, pernikahan yang bahagia tentu merupakan sesuatu yang niscaya.

Akhirnya, bagi saya, prinsip ‘menikah sebelum mapan’ adalah pilihan orang-orang cerdas yang penuh optimisme sakligus empati. Bagi yang sedang mencari pasangan, carilah orang yang seperti ini. Carilah orang yang akan mengajak Anda sukses dan bahagia bersama, bukan orang yang merasa sudah sukses lalu hanya akan menjadikan Anda ‘pelengkap’ saja.

Maka benarlah firman Allah dalam Al-Quran, istrimu adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian baginya (Al-Baqarah 187). Suami adalah individu yang belum mapan tanpa istrinya, dan istri adalah pribadi yang belum sempurna tanpa suaminya.

Sumber : IslamLib

Jadi, bagaimana? Masih menunggu mapan untuk menikah? Sampai kapan?

Yuuk Sebarin Ini kepada yang lainnya agar mereka semua mengerti ....
More about → [ Motivasi ] Menikah Sebelum Mapan ?! Siapa Takut ?? Ini Jawaban Untuk Kalian Yang Bimbang..

Minggu, 23 Agustus 2015

AWAS.. Ternyata Istrimu Menyembunyikan Rahasia, Lihatlah !!

AWAS.. Ternyata Istrimu Menyembunyikan Rahasia, Lihatlah !!


Sahabat 4Liputan - kali ini kami akan membongkar rahasia para istri kepada suaminya !!
PERNIKAHAN awet sampai tua adalah dambaan setiap pasangan. Pernikahan diharapkan menjadi yang pertama dan terakhir dalam seumur hidup. Di tengah tingginya angka perceraian, rasanya makin sulit memelihara pernikahan sampai keriput dan uban muncul.

Meskipun menjadi tua bersama pasangan merupakan impian wanita, mereka rupanya tetap tidak mau terlihat tua di depan suami. Hal inilah yang paling sering dirahasiakan para istri dari suami. Berikut fakta-faktanya.


  1. Pertama, saat uban mulai muncul, delapan dari 10 wanita tidak akan membiarkan suaminya tahu bahwa mereka sudah mulai beruban. Wanita justru cepat-cepat menyemir rambut untuk menutupinya dari suami.
  2. Kedua, sekira 74 persen wanita yang disurvei merasa malu bahwa mereka mulai menua. Oleh karenanya, mereka cepat-cepat mencabut uban yang muncul sebelum pasangan menyadari.
  3. Ketiga, sekira 61 persen wanita mulai senang mengecat rambut selain warna asli rambut sejak uban pertama muncul. Faktanya, banyak suami yang tidak pernah melihat warna rambut istrinya yang memutih dan takut jika hal ini menyinggung istri.


Nah, fakta-fakta tersebut mengungkap bahwa wanita selalu ingin tampil cantik di depan suami meskipun sudah tidak muda lagi. Bagaimana dengan Anda? Demikian dikutip dari Femalefirst, Minggu (5/7/2015)

Itulah rahasia yang para istri sembunyikan dari para suaminya..

Yuuk Sebarin Ke para suami Lainya, Biar Tau... !!
More about → AWAS.. Ternyata Istrimu Menyembunyikan Rahasia, Lihatlah !!

Jumat, 21 Agustus 2015

Inilah 15 Perbedaan Cowok Yang Hanya Ingin Pacaran Dengan Pria Yang Ingin Menikahi Mu !!

Inilah 15 Perbedaan Cowok Yang Hanya Ingin Pacaran Dengan Pria Yang Ingin Menikahi Mu !!


Sahabat 4Liputan - Kalini 4Liputan Memberikan Tips sekaligus memberikan wawasan bagi para gadis, untuk memilih pasangannya. Tips ini 4Liputan ambil dari artikel yang dibuat oleh Lifehack. Silahkan Dibaca hingga selesai ya .....

Ketika kalian berkencan dengan seorang pria, sangat mudah untuk berpikir dia sempurna. Kalian berada dalam kabut cinta, jadi hati-hati karena ada perbedaan yang pasti antara Cowok Yang Hanya Ingin Pacaran Dengan Pria Yang Ingin Menikahi Mu. Memang benar bahwa orang dapat berubah, jadi jangan menyalahkan seorang pria hanya karena ia tampak seperti pemalas pada awalnya. Tidak apa-apa untuk memberinya kesempatan untuk membuktikan dirinya. Namun, jika kalian akhirnya melihat beberapa karakteristik seperti ini, jangan takut untuk memutuskan hubungan dengan dia dan beralih ke seseorang yang baru. Pastikan kalian menikah dengan seorang pria yang berkualitas, bukan cowok yang belum dewasa.

1. Makna Kencan Bagi Cowok yang hanya ingin pacaran dan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang cuma mau pacaran denganmu hanya memaknai momen kencan itu nggak lebih dari main bareng, nongkrong, atau sekedar jalan-jalan. Intinya, dia cuma pengen bersenang-senang sama kamu. Dia nggak mau ambil pusing mikirin soal komitmen yang menurutnya terdengar begitu rumit.

Pria yang berpikir menikahimu justru berpikir bahwa kencan itu harus jelas tujuannya. Dia tau bahwa dirinya memang ingin menghabiskan waktu bersamamu. Dari proses nge-date itu, dia ingin menegaskan perihal hubungan kalian. Bahwa kalian memang sedang menjalani satu ikatan serius yang mengarah ke masa depan.

2. Komunikasi yang dilakukan Cowok yang hanya ingin pacaran dan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang berpacaran kebanyakan berbicara dengan kalian tentang orang yang kalian kenal dari masa lalu, atau hanya cerita lucu sederhana karena dia tidak dapat terhubung pada tingkat yang lebih dalam.

Pria yang berpikir menikahimu dapat lebih banyak topik untuk berbicara dengan mu, entah itu percakapan tentang buku, film, musik, dan kepentingan umum lainnya. Hal ini membuat hubungan yang lebih besar dalam jangka panjang.

3. Pemikiran Cowok yang hanya ingin pacaran dengan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang hanya berpacaran hanya ingin sekedar bersenang-senang dengan kalian, hanya ingin menceritakan dirinya seendiri tanpa memperdulikan apa yang ingin kalian ceritakan.Dia tidak pernah ingin menikah atau memiliki anak-anak, dan tidak akan berubah pikiran dengan kalian. Jangan teruskan, karena ini adalah bendera merah bahwa dia tidak Mr Right!

Pria yang ingin menikahi kalian akan lebih menghargai apa yang kalian ucapkan, dan menjadi pendengar yang baik untuk kalian, dan mungkin akan berpikiran tentang keinginan untuk menikah dan punya anak setelah dia bertemu kalian.

4. Sikap dari Cowok yang hanya ingin pacaran dengan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang hanya ingin berpacaran denganmu akan membiarkanmu melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk. Tapi, diam-diam dia mengingatnya dan menjadikan hal itu sebagai senjata untuk memojokkanmu jika suatu hari nanti kalian bertengkar.

Pria yang ingin menikahimu akan berusaha menasihatimu dengan sabar. Dia pun akan tetap menjaga tutur katanya supaya tidak menyakiti hatimu.

5. Emosi Cowok yang hanya ingin pacaran dengan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang hanya ingin berpacaran jika dia emosi dengan kalian dia bisa dengan mudah mengucapkan kata-kata kasar kepada kalian, bahkan bisa menggunakan kontak fisik.

Pria yang ingin menikahimu, tidak peduli betapa marahnya, dia akan berusaha menahannya sekuat tenaga dan berusaha tenang dalam menangani permasalahan dengan kalian.

Pantang baginya bersikap kasar pada wanita. Tak akan ada kata makian yang keluar dari mulutnya. Bersama pria yang serius untuk menikahimu, setiap permasalahan akan berusaha ia selesaikan secara dewasa. Daripada menyakitimu lewat kata-kata, dia akan memilih diam sembari berusaha mencari jalan keluar yang menguntungkan kalian dan dia.

6. Keinginan dari Cowok yang hanya ingin pacaran dengan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang hanya ingin berpacaran akan terlalu banyak membicarakan tentang penampilan, dan menyuruh untuk mengubah kebiasaan kalian menjadi kebiasaan yang diinginkan dia, meskipun perubahan yang mereka inginkan tidak baik ataupun tidak diperlukan.

Pria yang ingin menikahi kalian akan memahami bahwa setiap orang memiliki keinginan ataupun kesukaan yang berbeda, dan tidak akan menyakiti perasaan Anda dalam mengomentari penampillan kalian.

Dan pria yang serius ini berpikir tampilan fisik bukan lagi alasan utama untuk mencintai seseorang. Rasa nyaman dan saling cocok jauh lebih penting daripada sekedar cantik, modis, atau seksi. Dia pun nggak mau menyakiti perasaanmu sebagai orang yang dicintainya dengan mengatakan kekurangan-kekurangan yang kamu miliki.

7. Jika Memilik Salah Cowok yang hanya ingin pacaran dengan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang hanya ingin pacaran akan berkata "Aku minta maaf" karena ia hanya ingin kalian untuk memaafkannya atau berhenti mengomel padanya. Dia mengatakan "Aku mencintaimu" karena dia tidak ingin kehilangan kalian, meskipun ia tidak benar-benar merasakan arti dari kata-kata itu yang sebenarnya.

Pria yang ingin menikahimu akan mengatakan "Aku menyesal" karena dia jujur, dan dia tidak pernah ataupun tidak bermaksud untuk menyakiti kalian dengan kata-kata atau tindakannya. Dia mengatakan "Aku mencintaimu" karena kalian benar-benar berarti baginya, dan ingin kalian untuk merasakan cinta yang setiap menit hadir dalam hidup kalian.

8. Dalam Melakukan Sesuatu, Cowok yang hanya ingin pacaran dengan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang hanya berpikir pacaran akan berharap kalian yang mengurusi dia, dan dia tidak harus mengurus dirinya sendiri. Bersama cowok yang masih ingin sekadar pacaran kamu akan sering mendapatinya punya banyak sikap ketergantungan. Tidak bisa mengatur prioritas, masih harus diingatkan untuk makan, sampai membutuhkan bantuanmu untuk jadi reminder saat ada tugas kuliah.

Pria yang ingin menikahimu akan tahu bagaimana mengurus dirinya sendiri: bagaimana memasak, bersih, mencuci pakaian, membayar tagihan, dan karena dia memahami rasa tangung jawab pada dirinya sendiri. Dia berusaha mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan seorang pria dewasa.

9. Saat Berkumpul, yang membedakan Cowok yang hanya ingin pacaran dengan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang hanya ingin pacaran tidak ingin bertemu teman-teman kalian. Sebaliknya, dia juga tidak ingin kalau kalian maksa untuk ikut acaranya dia atau bertemu teman-temannya karena dia hanya ingin sendirian dengan kalian sepanjang waktu.

Pria yang ingin menikahimu akan mendengar cerita tentang teman-teman kalian sampai dia bisa menemui mereka dan mengenal mereka sendiri. Dia pun akan dengan senang hati mengajakmu bertemu teman-temannya, bahkan tanpa perlu kalian minta.

10. Dalam Berhubungan dengan keluarga, Cowok yang hanya ingin pacaran dengan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang hanya ingin pacaran, selalu merasa nggak siap untuk ketemu orang tua. Bukan cuma dia yang nggak siap. Kalian pun sadar bahwa pacar kalian sepertinya belum pantas untuk dibawa ke rumah yang sering kali momen ini identik dengan hubungan yang lebih serius.

Pria yang ingin menikahimu ingin bertemu orang tua kalian. Sekalipun kalian ragu, dia akan berusaha meyakinkanmu bahwa dirinya sudah pantas dan siap membuat orang tuamu terkesan.

11. Dalam Menghadapi masalah, Cowok yang hanya ingin pacaran dengan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang hanya ingin pacaran, mereka akan memilih pergi ketika hubungan kalian menemui masalah. Dia mungkin cuma nggak mau ribet dan terlibat makin jauh dalam masalah itu. Ingat, tujuan awalnya adalah untuk bersenang-senang. Jadi, nggak heran kalau dia dengan mudahnya angkat tangan dan pergi.

Pria yang ingin menikahi kalian tentunya berbeda. Dia bisa bertahan karena sebuah komitmen. Baginya, menyelesaikan masalah berarti berjuang demi hubungan kalian dan itu suatu keharusan. Dia ingin bisa bersamamu sampai akhirnya kalian menikah.

12. Dalam memberikan pendapat, Cowok yang hanya ingin pacaran dengan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang hanya ingin berpacaran dengan mu tidak akan sepenuhnya terlibat dalam percakapan. Dia mengangguk saat kalian berbicara, dan hanya melakukan atau memberikan tanggapan yang sekiranya membuat kalian senang saja, tanpa memikirkan apakah tanggapan itu harusnya benar atau salah.

Pria yang ingin menikahimu akan lebih peduli tentang apa yang kalian katakan. Dia ingin tahu pikiran kalian, dan opini tentang apa pun dari isu-isu utama untuk saat-saat kecil dari hari kalian. Dan memberikan tanggapan sesuai apa yang harusnya dilakukan.

13. Saat sedang tidak bersama, Cowok yang hanya ingin pacaran dengan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang hanya ingin pacaran denganmu nggak akan memberikan rasa aman dan akhirnya kamu merasa curiga ketika dia sedang tidak bersamamu. Pertanyaan "lagi dimana dan ngapain" bisa setiap saat mengganggu pikiranmu. Kamu takut dan khawatir dia selingkuh atau mengkhianatimu.

Pria yang ingin menikahimu akan bisa memberikanmu rasa aman. Kamu nggak perlu khawatir ketika dia nggak berada di dekatmu. Kamu yakin dia bisa konsisten dengan komitmennya. Bahwa kalian saling mencintai dan percaya satu sama lain adalah yang membuatmu berpikir "semua baik-baik saja".

14. Saat sedang makan bersama, Cowok yang hanya ingin pacaran dengan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang hanya ingin berpacaran denganmu mungkin nggak akan berinisiatif buat bayar bill lebih dulu. Bahkan, dia mulai panik kalau kamu memintanya buat bayar semua pengeluaran saat kencan. Untuk urusan yang satu ini, cowok cenderung lebih perhitungan. Kira-kira, seberapa besar keuntungan kencan sama kamu sampai dia harus keluar banyak uang.

Pria yang ingin menikhimu nggak perlu disuruh atau diminta untuk urusan yang satu ini. Dia merasa bahwa membayar semua pengeluaran adalah salah satu kewajibannya ketika mengajakmu kencan. Bahkan ketika kamu ngotot buat gantian bayarin dia sekalipun, dia tetap akan memilih menolak.

15. Saat bicara tentang hubungan kalian, Cowok yang hanya ingin pacaran dengan Pria yang ingin menikahimu

Cowok yang hanya ingin berpacaran denganmu mungkin nggak suka atau bahkan marah ketika kamu bicara soal rencana menikah dan punya anak.

Pria yang ingin menikahimu akan memikirkan hal itu jauh sebelum kamu memikirkannya. Pertemuannya denganmu tanpa sadar mengubah isi kepalanya.

Itulah 15 poin yang membedakan antara Cowok Dengan Pria... sebenarnya beberapa poin ini juga mewakili antara Cewek dengan Wanita...

Jadi, pasanganmu termasuk yang mana ??

Yuk bantu Share 4Liputan untuk bermanfaat bagi yang lainnya....
More about → Inilah 15 Perbedaan Cowok Yang Hanya Ingin Pacaran Dengan Pria Yang Ingin Menikahi Mu !!

Rabu, 19 Agustus 2015

Jangan Takut Menikah, Inilah Janji Allah Untuk Kamu Yang Berani !!

Jangan Takut Menikah, Inilah Janji Allah Untuk Kamu Yang Berani !!


Sahabat 4Liputan - Kalini Kami Memberikan Pencerahan Ilmu Mengenai Nikah, Kalian Yang Masih Pacaran Sampai tua, kalian Yang takut Untuk menikah, Apa yang kalian tunggu ??
Kalian malah akan menambah Dosa untuk diri kalian sendiri Jika tak mensegerakan menikah...

4Liputan dapat info dari "Akhwat Indonesia" mengenai perihal ini.. untuk kalian yang takut menikah, dan yang akan menikah, BACALAH !!

Ketika seorang Muslim-pria atau wanita-akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping.

Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada perasaan keraguan.Namun, ada juga muncul rasa kekhawatiran. Bagi calon suami, maka rasa khawatir menghantui pikirannya. Khawatir bagaimana nanti setelah menikah? Apakah bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga atau tidak? Bagaimana nanti setelah mempunyai anak, mampukah membimbing dan mendidik mereka? Apalagi kebutuhan hidup sehari-hari semakin mahal dari tahun ke tahun.

Sebaliknya, bagi mereka yang tidak memiliki kekhawatiran soal ekonomi dan sudah memiliki calon pasangan, namun sengaja tidak segera menikah. Mereka berasalan, bahwa menikah itu tidak gampang, harus menemukan kecocokan dulu, harus berpendidikan tinggi dulu, harus kaya terlebih dulu. Maka hal itu akan menjadi tumpukan dosa jika melewati masa-masa matang tidak mempersibuk diri dengan kebaikan.

Persoalan utama seseorang yang akan menikah adalah penyakit ragu-ragu. Jika penyakit tersebut hinggap dalam pikiran dan hati seseorang, maka saat itu juga waktu yang paling tepat untuk introspeksi diri terhadap keyakinannya. Karena itulah kunci utama dalam melangkah ke depan dalam menghadapi ujian dan cobaan hidup.

Berkaitan dengan kekhawatiran itu, yang karenanya seseorang tidak segera menikah padahal sudah mempunyai calon pasangan, Allah Taala berkalam,

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. an-Nur [24]: 32)

Jika memang Allah Taala berjanji demikian, kenapa harus ragu? Jika memang janji dari Zat yang Mahabenar itu sudah jelas tertulis di dalam al-Quranul Karim, mengapa mesti ada ketakutan untuk segera menikah? Padahal, calon pasangan sudah ada. Padahal, umur sudah waktunya dan memang pantas segera menikah.

Maka jalan keluarnya adalah berikhtiar. Jika berikhtiar sudah dilakukan, maka jangan pernah berhenti sekaligus berdoa. Percayalah, Allah Taala telah menentukan saat-saat yang tepat dan terbaik bagi hamba-Nya yang tak pernah putus asa dari Rahmat-Nya.

Adalah kewajiban kita untuk mempercayai janji Allah. Jangan sampai bisikan-bisikan setan menyusup ke dalam hati. Karena itu dapat menggoyahkan keimanan kita terhadap kebenaran janji Allah Taala, termasuk ketika Allah Taala berjanji akan memampukan hamba-Nya yang miskin bila menikah. Tiada yang sulit bagi Allah Taala jika ingin memberikan karunia kepada hamba-Nya. Sungguh, Allah Taala Maha Pemurah dan Pemberi rezeki. Tinggal kita meyakini atau tidak. Dengan keyakinan itu, hidup kita akan optimis dan selalu berpikir posititf.

Berkaitan dengan karunia Allah Taala, yang dimaksud adalah rezeki. Rezeki dapat berupa materi atau non materi. Namun dikatakan rezeki jika di dalamnya terdapat manfaat bagi dirinya dan orang lain.

Misalnya, seorang ikhwan tidak memiliki sepeda motor yang dapat memberikan manfaat yang banyak setelah menikah. Pergi ke mana-mana naik angkutan umum atau bis. Namun, dengan kebaikan-kebaikan yang tulus, maka Allah Taala membuka pintu-pintu rezeki. Tiba-tiba ada dermawan yang menghibahkan sepeda motor untuk keperluan dakwah dan sebagainya. Maka motor tersebut menjadi manfaat untuk menambah kebaikan. Sehingga Allah Taala terus membukakan pintu-pintu karunia-Nya sebagai “hadiah” karena memanfaatkan nikmat pada jalur yang bijak.

Demikian pula rezeki non materi. Sebagai contoh, seseorang yang belum menikah juga mempunyai kesehatan, kesempatan, atau bahkan kemampuan yang sama dengan setelah menikah. Memang hidupnya sederhana setelah menikah. Namun dia dapat hidup bahagia dengan keadaan yang dijalani. Karirnya semakin memuncak, tatapan matanya terhadap masa depan senantiasa optimis, dan dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Itulah janji-janji Allah Taala bagi yang telah menikah dengan keyakinan yang mantap dan keimanan yang benar.

Pintu-pintu rezeki akan terbuka lebar jika seseorang telah mengalami sebuah jenjang membahagiakan bernama pernikahan. Setelah kita berusaha dan berdoa, rezeki akan datang dengan segera.

Dengan menikah, kita mengharapkan Allah Taala menganugerahkan rezeki yang barakah. Yaitu rezeki yang dapat menentramkan hati dan mensucikan jiwa. Sehingga semakin membuat kita berbahagia dan meningkatkan rasa syukur terhadap nikmat yang telah Allah Taala berikan dengan semakin giat dan tekun dalam beribadah dan bekerja.

Hanya kepada Allah kita menyembah, dan hanya kepada Allah kita memohon pertolongan. (mozaik.inilah)

Sumber : Akhwatindonesia

Yuuk Bantu 4Liputan Share Artikel Ini. Jangan Sampai kamu saja yang mengetahuinya....

More about → Jangan Takut Menikah, Inilah Janji Allah Untuk Kamu Yang Berani !!

Jumat, 14 Agustus 2015

[ Renungan ] Jangan Jadikan Aku Istrimu, Karena Istri Bukan Pilihan, Suami Wajib Baca !!

Jangan jadikan aku istrimu


Sahabat 4Liputan - Kali ini Sebuah Renungan yang ditulis oleh Rina Tri Lestari menggugah para suami agar lebih memperhatikan istrinya dan menyemangati para istri untuk tetap menjadi istri yang selalu ada untuk suaminya... simaklah, sebarkanlah, dan renungilah :)


Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan bosan kamu berpaling pada perempuan lain.

Kamu harus tahu meski bosan mendengar suara dengkurmu, melihatmu begitu pulas. Wajah laki-laki lain yang terlihat begitu sempurnapun tak mengalihkan pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.

Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu enggan hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun tengah malam. Sedang selama sembilan bulan aku harus selalu membawanya di perutku, membuat badanku pegal dan tak lagi bisa tidur sesukaku.

Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka dan sedih dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita. Kamu harus tahu meski begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku, padamu aku hanya ingin berbagi. Dan aku bukan hanya teman yang tidak bisa diajak bercerita sebagai seorang sahabat.

Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menjatuhkan talak padaku. Kamu tahu betul, kita memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita tapi komitmen bersama.

Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu memilih tamparan dan pukulan untuk memperingatkan kesalahanku. Sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang lembut tapi berwibawa.

Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu teman-temanmu. Sedang seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dan setrikaan yang menumpuk dan aku tidak sempat bahkan untuk menyisir rambutku.

Anak dan rumah bukan hanya kewajibanku, karena kamu menikahiku bukan untuk jadi pembantu tapi pendamping hidupmu. Dan jika boleh memilih, aku akan memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu akan tahu bagaimana rasanya.

Jangan pilih aku sebagai istrimu, jika nanti kamu lebih sering di kantor dan berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga. Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku.

Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga karena kita tidak hidup untuk hari ini saja.

Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu. Meski aku bangga karena kamu memilihku  tapi takkan kubiarkan kata-katamu menyakitiku.

Bagiku pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan, bukan hanya seseorang yang sedap dipandang mata. Tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi ramah menyapa. Rupa adalah anugerah yang akan pudar terkikis waktu, dan pada saat itu kamu akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.

Jangan pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang. Kamu tentunya tahu kalau kamu juga ikut andil besar dengan melarnya tubuhku. Karena aku tidak lagi punya waktu untuk diriku, sedang kamu selalu menyempatkan diri ketika teman-temanmu mengajakmu berpetualang.

Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih belum bisa menerima kekurangan dan kelebihanku. Sedang seiring waktu, kekurangan bukan semakin tipis tapi tambah nyata di hadapanmu dan kelebihanku mungkin akan mengikis kepercayaan dirimu.

Kamu harus tahu perut buncitmu tak sedikitpun mengurangi rasa cintaku, dan prestasimu membuatku bangga bukan justru terluka.

Jangan buru-buru menjadikanku istrimu, jika saat ini kamu masih ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu dan beranggapan aku akan melarangmu bertemu mereka setelah kita menikah.

Kamu harus tahu akupun masih ingin menghabiskan waktu bersama teman-temanku, untuk sekedar ngobrol atau creambath di salon. Dan tak ingin apa yang disebut “kewajiban” membuatku terisolasi dari pergaulan, ketika aku semakin disibukkan dengan urusan rumah tangga.

Menikah bukan untuk menghapus identitas kita sebagai individu, tapi kita tahu kita harus selalu menghormati hak masing-masing tanpa melupakan kewajiban.

Jangan buru-buru menikahiku, jika saat ini kamu sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman karena waktu semakin menunjukkan kekuasaannya. Bagiku hidup lebih dari angka yang kita sebut umur, aku tidak ingin menikah hanya karena kewajiban atau untuk menyenangkan keluargaku.

Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar di hidupku yang tidak ingin kusesali hanya karena terburu-buru.

Jangan buru-buru menikahiku, jika sampai saat ini kamu masih berpikir mencuci adalah pekerjaan perempuan. Aku tak akan keberatan membetulkan genting rumah, dan berubah menjadi satpam untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu keluar kota.

Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir mempunyai lebih dari satu istri tidak menyalahi ajaran agama. Agama memang tidak melarangnya, tapi aku melarangmu menikahiku jika ternyata kamu hanya mengikuti egomu sebagai laki-laki yang tak bisa hidup dengan satu perempuan saja.

Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman-temanmu. Kamu harus tahu meski cintamu sudah kuperjuangkan, aku tidak akan ragu untuk meninggalkanmu.

Hapus aku dari daftar calon istrimu, jika saat ini kamu berpikir menikahiku akan menyempurnakan separuh akidahmu sedang kamu enggan menimba ilmu untuk itu. Ilmuku tak banyak untuk itu dan aku ingin kamu jadi imamku, seorang pemimpin yang tahu kemana membawa pengikutnya.

Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir bisa menduakan cinta. Kamu mungkin tak tahu seberapa besar aku mengagungkan sebuah cinta, tapi aku juga tidak akan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang kupilih ternyata mengkhianatiku.

Jangan jadikan aku sebagai istrimu, jika kamu berpikir aku mencari kesempurnaan. Aku bukan gadis naif yang menunggu sang pangeran datang dan membawaku ke istana.

Mimpi seperti itu terlalu menyesatkan, karena sempurna tidak akan pernah ada dalam kamus manusia dan aku bukan lagi seorang gadis yang mudah terpesona.

Jangan pernah berpikir menjadikanku sebagai istrimu, jika kamu belum tahu satu saja alasan kenapa aku harus menerimamu sebagai suamiku. [Penulis: Rina Tri Lestari]

Sumber : Sebarkanlah

Itulah renungan hari ini untuk semua pasangan, terutama para suami...
Semoga berpengaruh, semoga bermanfaat ...
Yuk Like dan Share Renungan ini. Jangan berhenti di kamu !!
More about → [ Renungan ] Jangan Jadikan Aku Istrimu, Karena Istri Bukan Pilihan, Suami Wajib Baca !!